Fathuul Ghaib : Risalah Duapuluh Delapan
Engkau menginginkan agar kebahagiaan dan kedamaian terlimpahkan kepadamu, padahal kau masih berupaya membinasakan hewanimu, harapan akan balasan di dunia ini dan di akhirat, dan hal ini masih bersemayam dalam dirimu? Wahai yang terburu-buru! Berhenti dan berjalanlah perlahan-lahan; wahai yang berharap! Pintu tertutup selama keadaan ini masih berlangsung. Sesungguhnya beberapa sisa dari hal-hal ini masih ada padamu, dan beberapa butir kecilnya masih bersemayam dalam dirimu. Itulah kontrak kebebasan seorang hamba sahaya; selagi masih ada se-penny pun padanya, kau tertutup darinya. Selama kau masih menghisap biji kurma dari dunia ini, dari hawa nafsu, maksud dan kerinduanmu, dari memperhatikan sesuatu dari dunia ini, dari mengupayakan sesuatu pun darinya, atau mencintai sesuatu keuntungan duniawi atau akhirat – selama hal-hal ini masih bersemayam dalam dirimu, kau masih berada di pintu peluruhan diri. Berhentilah di sini, sampai peluruhan dirimu sempurna, lalu kau dikeluarkan dari tempat peleburan, dan kau terbusanai, terhiasi dan menjadi harum, lalu kau dibawa kepada Raja nan agung dan berkata:
“Sesungguhnya kamu pada sisi Kami menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya.” (QS 12:54)
Maka kau dianugerahi limpahan nikmat, dibelai dengan rahmat-Nya, diberi miniman, didekatkan, dan diberi pengetahuan tentang yang rahasia. Kemudian kau terbebaskan dari kebutuhan, karena yang diberikan kepadamu berasal dari hal-hal ini dan terbebaskan dari kebutuhan segala suatu. Tidakkah kau lihat kepingan emas, yang beraneka ragam yang beredar pagi dan petang, di tangan para penjual obat, tukang jagal, penjual makanan, penyamak, tukang minyak, pembersih dan lain-lain, baik yang bagus, rendah ataupun yang kotor? Kemudian kepingan-kepingan in dikumpulkan dan memasukkan ke dalam tempat peleburan logam; lalu kepingan-kepingan ini meleleh dalam kobaran api, dikeluarkan darinya, ditempa dan dijadikan hiasan-hiasan, diperhalus, diperintah, dan kemudian ditempatkan di tempat-tempat terbaik, rumah-rumah, di balik kunci, dalam kotak-kotak, tempat-tempat gelap, atau dijadikan hiasan sebuah jembatan, dan kadang jembatan seorang raja besar. Dengan demikian, kepingan-kepingan emas itu berlalu dari tangan para penyamak kehadapan para raja dan istana setelah dilebur dan ditempa.
Dengan begini, duhai yang beriman, jika kau senantiasa bersabar dengan karunia-Nya, dan berpasrah terhadap takdir-Nya, maka kau akan didekatkan kepada Tuhanmu di dunia ini, dikaruniai pengetahuan tentang-Nya dan segala pengetahuan serta rahasia, dan akan dikaruniai tempat damai di akhirat bersama dengan para Nabi, shiddiq, syahid dan shalih dalam kedekatan Allah, dalam rumah-Nya, dan dekat dengan-Nya, sembari mereguk kasih-sayang-Nya. Maka dari itu, bersabarlah, jangan terburu-buru, ridhalah senantiasa dengan takdir-Nya, dan jangan mengeluh terhadap-Nya. Jika kau lakukan yang demikian, ,maka kau akan merasakan kesejukan ampunan-Nya, lezatnya pengetahuan tentang-Nya, kelembutan dan karunia-Nya.
& Komentar
Agustus 29, 2009 pukul 4:04 pm
ya karena ujian hidup dan ketidak berdayaan mengapai tujuan hidup, seolah keindahan yang diinginkan tak bakal tercapai. padahal Allah telah mempunyai rencana .Ya kita berharap semoga dapat terwujud . Amien
Agustus 30, 2009 pukul 10:36 pm
pertamaaaaaaaaxxxxzz
Agustus 29, 2009 pukul 8:42 pm
Sabar, ridha,…
Amiiin!
Agustus 29, 2009 pukul 8:44 pm
Salam baktos Kang blankon…
Selamat malam…
Agustus 29, 2009 pukul 8:49 pm
Sabar… mudah untuk dikatakan tapi sukar untuk dijalani.
Salam hangat @mas blankon.
#Haniifa.
Agustus 31, 2009 pukul 11:50 pm
saur saha ah kanghaniip
kamari abdi jalan-jalan saren sabar
gak susah kok malah dia ramah banget
Agustus 30, 2009 pukul 10:40 pm
Hahahaha..
sabar adalah buah dari CINTA..
tanpa CINTA tiada SABAR..
tanpa CINTA tiada TULUS..
tanpa CINTA tiada INGAT..
tanpa CINTA tiada RINDU..
tanpa CINTA yayaya.. hanya CINTA membawa sebagian diri terbang bersama yang diCINTAINYA..
CINTA adalah TALI BUHUL YANG KUAT
CINTA adalah BOURAQ membawa diri selalu bersamaNYA walau jasad hina ada di bumi
salam cinta
salam sayang
Agustus 31, 2009 pukul 11:51 pm
Saur saha ah
Pak Sabar gening gaduh putra nu kahiji namina neng cinta nu kadua neng Rindu
Agustus 30, 2009 pukul 10:43 pm
waaaaaaaaaaah saya tambahin sedikit
CINTA daerah TAK BERHURUF TAK BERSUARA
CINTA adalah RASA SEJATI
CINTA adalah MAHA GHAIB
CINTA tidak TERDEFINISIKAN hanya bisa diRASAkan JIWA yang mengalaminya
CINTA adalah JALAN MELINTASI GHAIB SENDIRI
SALAM CINTA
Agustus 30, 2009 pukul 10:45 pm
SESUNGGUHNYA JIKA MANUSIA MENGERTI AKAN KEKUATAN CINTA.. KETIKA DI DENDANGKAN DALAM KEHENINGAN MALAM.. DI ALAM NYATA ENERGINYA HANYA SEPERTI PERCIKAN AIR YANG KECIL SEKALI.. TETAPI DI ALAM GHAIB SANA BAGAIKAN AIR BAH YANG KELUAR DARI BENDUNGAN BOCOR.. DAHSYAT RUAR BIASA.. MEREMBES KEMANA MANA.. PARTIKELNYA SANGAT SANGAT HALUS SEKALI
SALAM SAYANG DAN CINTA
Agustus 31, 2009 pukul 11:53 pm
“CINTA daerah TAK BERHURUF TAK BERSUARA”
Jiga naonnya….?
jangan-jangan spertos hitut leutik nu teu aya soraan hehehehe
Agustus 30, 2009 pukul 10:46 pm
weeeekekeekekekekek kok serius amat yaaaa
Agustus 30, 2009 pukul 10:48 pm
salam sayang dan cinta buat Syeikh ABDUL QADIR JAELANI.. salam dari saya dengan segala peluk cium hormat sangat..
Agustus 31, 2009 pukul 12:59 am
salam kan kusampaikan
*pangwalerkeun*
Agustus 31, 2009 pukul 12:58 am
iya yaa.. kok serius amiiir ..
Agustus 31, 2009 pukul 11:49 pm
Sabar
shalat
keduanya
jadikan untuk meminta pertolongan Allah
Salaaaaaaaaaaaaaaam
hangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat
pisaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan